26 September 2012

Galeri Foto pindah ke Tumblr

Galeri foto yang sebelumnya hosting di blogspot dipindahkan ke Tumblr di
http://dewabenny.tumblr.com
Follow Ya

09 September 2012

Guitar Lesson : 07. Chord (2) - Progresi Akor

Progresi Akor merupakan dasar dalam memainkan gitar, merupakan dasar pondasi dari Rhytem gitar. Hal pertama yang perlu Anda ketahui adalah mencari kunci (key) yang akan digunakan. Contoh kita ambil kunci C, nada dalam Skala C Major adalah C-D-E-F-G-A-B-C.

08 September 2012

Guitar Lesson : 06. Membaca tablature

Guitar lesson on this session is how to read guitar tablature. For easy of learn this lesson, I add with mp3 that you can hear for the example. You can find the download links at the end of this article. I try to explain with my version in Bahasa Indonesia, cause the reference about this lesson is very less in our language. Finally I said thanks for visiting my blog. Selamat belajar gitar.

Tablatur adalah tipe notasi nada yang digunakan pada instrumen musik berdawai. Pada tablatur gitar terlihat ada 6 garis yang menunjukkan jumlah 6 senar pada gitar. Senar pertama (senar nada e tinggi) terletak pada garis paling atas, dan senar 6 (senar nada e rendah) terletak pada garis paling bawah. Tuning setiap senar dituliskan pada sisi sebelah kiri setiap garisnya. Angka yang terdapat di dalah garis menunjukkan nomer fret yang dimainkan. Arah membacanya dari kiri ke kanan. Lihat gambar 1

Guitar Lesson : 04. Chord / Akor (1)

Chord merupakan kesatuan bunyi dalam musik yang tiga not atau lebih. kombinasi jarak antar not (interval) menentukan nama chord bersangkutan. Chord yang berisi tiga nada disebut triad / trinada. Ada dua triad yang paling sering digunakan yaitu Major (berisi not 1, 3, 5) dan Minor (1, b3, 5) contoh chord C major hanya berisi C, E, G sedangkan C minor berisi C, D#, E. Bila triad dasar mendapat tambahan nada maka chord baru tersebut akan berubah nama sesuai dengan not yang ditambahkan.

06 September 2012

Guitar Lesson : 03. Fretboard / Fingerboard

Berikutnya kita akan mempelajari fretboard atau papan fret dimana jari kita menekan senar sehingga dapat menghasilkan nada-nada yang berbeda. Sebelum kita lebih lanjut mempelajari chord ataupun belajar main melodi kita harus terlebih dahulu mempelajari fretboard, karena kita harus tahu nada-nada yang akan kita tekan di fretboard. Nada pada fret berjalan secara Chromatic.Setiap fret pada fretboard bernilai setengah nada misalnya kita memetik senar lepas pada senar 1 yang bernada e maka bila kita menekan fret 1 senar 6 dan memetiknya akan berbunyi nada f, fret 2 nada f# dan seterusnya g, g#, a, a#, b, c, c#, d, d#, e. Kecuali b dan e semua nada memiliki tanda kres (sharp) karena e ke f dan b ke c berjarak setengah (half step) sedangkan nada lainnya sepert a ke b atau F ke G berjarak 1 nada (whole step).

Fretboard pada tuning standar

* ilustrasi diatas bersumber dari http://www.guitarlessonworld.com

Sumber :

Belajar gitar

05 September 2012

Halal Bihalal Alpharian Bali, NTB. NTT di Lapangan Renon Denpasar

Sudah hampir 1 tahun sejak ulang tahun Alpharian tahun 2011, saya menyempatkan diri untuk kumpul-kumpul bareng teman-teman Alpharian Bali pada hari minggu 2 September 2012 di Lapangan Renon Denpasar. Acara kita diprakasai oleh Regional Leader Alpharian Bali Om Setyawan B Prasodjo atau Om Bepe.

Sudah sekian lama tidak ketemu dengan teman-teman penggemar fotografi khusunya pengguna kamera Sony/Minolta, seperti Martika Atmadi, Om Kas, Om Riza, Ifan, Om Ismail Ilmi, dan teman-teman baru lainnya.
Kegiatan diawali dengan kumpul di depan e-trading sambil membicarakan kamera dan racun-racun lainnya, kemudian dilanjutkan deangan sesi foto model deangan model Gek Naya. Berikut Foto-fotonya :

Foto Keluarga Alpharian
Om Riza jepret dengan Nex sambil bawa reflektor
Martika, Ismail Ilmi dan Saya
KM7D + Sony 55-200
KM7D + Sony 55-200

04 September 2012

Konjungtivitis Bakteri



Pendahuluan
Konjungtivitis bakteri merupakan penyakit infeksi pada konjuntiva mata disebabkan oleh bakteri. Penyebab tersering oleh bakteri stapilococus, streptokokus, chlamydia, gonococus. Konjuntivitis ringan merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri atau dengan terapi antibiotik sudah dapat menekan infeksinya, namun pada kasus infeksi berat seperti pada infeksi gonococus dapat menyebabkan kebutaan.

Gejala Klinis
Riwayat Penyakit : Pasien biasanya datang dengan keluhan mata merah, keluar kotoran mata atau belekan, berair, tidak bisa membuka mata pada saat bangun pagi. Pasien tidak mengeluhkan adanya penglihatan kabur. perlu diketahui apakah ada riwayat kontak dengan orang lain yang sakit mata merah juga atau riwayat menderita penyakit infeksi menular seksual seperti GO.

Pemeriksaan Ophtalmologis : Tajam penglihatan biasanya tidak mengalami gangguan, kelopak mata bengkak, terdapat injeksi konjungtiva (CVI+), sekret purulen atau mukopurulen, pemeriksaan flouresin negatif.

Pemeriksaan Penunjang : Pemeriksaan swab konjuntiva dengan pemeriksaan gram dan giemsa sangat membantu untuk mengetahui bakteri penyebab dan penegakan diagnosis konjuntivitis bakteri. Pengecatan gram bisa didapatkan bakteri cocus atau batang gram positif, pada infeksi Nisseria Gonorea ditemukan bakteri diplococus gram negatif. Pemeriksaan giemsa didapatkan sel-sel radang leukosit dan PMN yang sangat banyak. Pada infeksi chlamydia ditemukan adanya inclusion bodies pada pengecatan giemsa.
Inclusion Bodies pada infeksi Chlamydia (sumber)
Bila terdapat fasilitas dapat dilakukan pemeriksaan PCR untuk mendeteksi apakah ada gen dari bakteri-bakteri penyebab konjungtivits tersebut.
setealh dilakukan pengecatan gram dapat dilanjutkan deangan pemeriksaan kultur dan sensitivitas terhadap antibiotika.

Diagnosis Banding
Konjungtivits dapat didiagnosis banding dengan penyakit mata merah lainnya seperti :
  1. Keratitis
  2. Uveitis
  3. Glaukoma Akut
Perbedaan yang mendasar adalah pada konjuntivits tidak ditemukan adanya penurunan tajam penglihatan dibanding ketiga diagnosis banding tersebut

Penatalaksanaan / Pengobatan
Setelah serangkaian riwayat dan pemeriksaan yang dilakukan dan ditegakkan diagnosis konjuntivitis oleh karena bakteri pengobatan yang tepat diperlukan untuk mempercepat penyembuhan yaitu :
  1. Pasien dapat disarankan untuk mengkompres dingin pada mata yang sakit, hal ini bertujuan untuk memberikan rasa nyaman pada mata dan meberikan efek vasokontriksi atau mengecilkan pembuluh darah
  2. Tetes mata Antibiotika murni seperti chloralphenicol, gentamicin,  polimyxin dan neomycin pada konjuntivitis ringan.  ciprofloxacin, offloxacin  dibekasin dan levofloxacin pada infeksi GO dan konjungtivits yang sedang-berat.
  3. Tetes mata Artificial tears bertujuan untuk mencegah rasa tidak nyaman akibat dari pemberian tetes mata Antibiotika
  4. Antibiotika sistemik diperlukan apabila ditemukan infeksi oleh bakteri Nisseria Gonnorea. dapat diberikan Cefixim, Ceftriaxon injeksi  
Prognosis
Prognosis Konjungtivitis Bakteri adalah baik, tetapi hal ini dapt menjadi buruk terutama pada infeksi oleh Chlamydia Trachomatis dan infeksi GO yang terkonplikasi