18 January 2011

Akhirnya Pilihan Jatuh Ke DSLR SONY Alpha 580

Akhirnya setelah beberapa lama mengidamkan memiliki sebuah kamera DSLR akhirnya saya memutuskan membeli sebuah kamera merek SONY DSLR Alpha 580 yang merupakan seri Alpha di kelas Entry Level. Sebelum memutuskan untuk memilihnya banyak banget racun-racun yang ditebarkan oleh teman-teman saya pengguna DSLR CANON dan DSLAR NIKON, beberapa seri dari kompetitor Sony Alpha tersebut seperti Canon EOS 550D , Canon EOS 60D, dan NIKON D90 sempat mendapat tempat di hati, tapi karena keterbatasan budget akhirnya saya pilih jajaran DSLR dari SONY.
Sony merupakan pemain baru tapi lama di dunia kamera DSLR karena sebenarnya Sony membeli teknolodi SLR dari Konica-Minolta yang sekarang sudah tidak bisa bersaing lagi dengan kompetitor yang lainnya. Jika dibandingkan dengan Canon dan Nikon, kamera DSLR Sony memiliki fitur penyeimbang gambar (Steady Shot) yang ditanamkan langsung di body kamera, jadi kita tidak perlu pusing lagi bila menggunakan lensa2 yang tidak ada fitur stabilisasinya jadi harga lensa tentunya akan menjadi lebih murah, dibanding dengan Canon (IS : Image Stabilisasion) dan Nikon (VR : Vibration Reduction)  yang menerapkan sistem stabilisasi gambar pada lensa-lensanya yang tentunya mengakibatkan harga lensa yang ada vitur stabilisasinya menjadi lebih mahal.




Bacaain lebih lanjut :
http://www.infofotografi.com/blog/2011/01/keunggulan-dan-kelemahan-sistem-kamera-dslr-canon-nikon-sony-pentax-dan-olympus/

Sekilas mengenai SONY ALPHA 580
Dengan riset dan pengembangan tiada henti, Sony menanamkan sejumlah fasilitas terobosan pada Sony DSLR-A580 yang akan semakin membedakan Sony Alpha dengan para kompetitornya. Bila Anda membutuhkan sebuah DSLR yang juga bisa merekam video berkualitas tinggi, Sony DSLR-A580 adalah jawaban yang tepat. Jangan lupakan juga berbagai fasilitas terobosan lainnya yang diadaptasi dari Sony Alpha NEX dan Sony DSLT, menjadikan Sony DSLR-A580 bukan saja sebagai DSLR yang sarat dengan fasilitas tepat-guna, namun juga tetap portabel dan tidak membebani tas kamera Anda secara berlebihan ketika Anda sedang melakukan perjalanan jauh.

Yang perlu Anda lakukan hanyalah memilih lensa-lensa Sony SAL dan Carl Zeiss for Sony yang paling tepat, dan kreativitas tanpa batas akan segera menjadi milik Anda. Berikut ini adalah ringkasan inovasi pada Sony DSLR-A580:

Rancang-bangun fisik yang diperbarui & disempurnakan dari sejak Sony DSLR generasi sebelumnya di kelasnya.
16.2 megapixel APS HD Exmor CMOS Sensor hasil riset dan pengembangan terkini.
Algoritma prosesor Bionz generasi terbaru.
Kemampuan perekaman klip video Full HD AVCHD 1.080p 60i (30i dari keluaran sensor), disamping format Motion JPEG.
2D dan 3D Sweep Panorama.
Kinerja Auto HDR 3 frame 6.0 EV yang semakin disempurnakan.
15 titik fokus dengan 3 sensor silang, 11 titik fokus ketika menggunakan pembidik optik.
Rentang kepekaan sensor dari ISO 100 hingga ISO 12.800, dengan pilihan ISO 25.600 di Multi-Frame NR Mode.
Quick AF Live View dengan sensor Live View terdedikasi, memastikan kecepatan sistem autofokus deteksi fasa khas DSLR.
Modus Focus Check Live View yang dioptimalkan untuk aplikasi fokus yang kritis, dengan pilihan sistem autofokus deteksi kontras.
Kini mereka berdua hadir dengan tombol pengecek ruang tajam (depth of field preview) di bagian bawah kanan lensa.
Layar LCD berteknologi X-Fine & Tru Black 3.0 inci 921.600 dot.
Maksimal 7 gambar per detik di Speed Priority Mode, 5 gambar per detik dengan pembidik optik, 3 gambar per detik dengan Quick AF Live View.
Soket HDMI dan soket mikrofon eksternal untuk reproduksi suara video yang lebih baik.
Mendukung format kartu memori SDXC, disamping Memory Stick Pro Duo.
Dapat disinergikan dengan Sony Battery Grip VG-B50AM untuk kapasitas baterai yang lebih besar. 


Material fisik (Body material)
••• Plastik ramah lingkungan berkualitas tinggi

Kelas kamera (Market segment)
Amatir serius

Sensor (Sensor)
1 unit CMOS 23.5 x 15.6 mm (APS-C) dengan teknologi Exmor 
Faktor pengali panjang fokal lensa 1.5x
Susunan filter warna RGB
Filter low-pass permanen terintegrasi
Resolusi total 16.70 megapixel
Resolusi efektif 16.20 megapixel
1 unit CCD tambahan terdedikasi untuk fasilitas Quick AF Live View

Tingkatan resolusi foto & video (Image sizes)
4.912 x 3.264 pixel (L / RAW - 16 megapixel) 
3.568 x 2.368 pixel (M - 8.4 megapixel)
2.448 x 1.624 pixel (S - 3.9 megapixel) 
4.912 x 2.760 pixel (L 16:9 - 13.5 megapixel) 
3.568 x 2.000 pixel (M 16:9 - 7.1 megapixel) 
2.448 x 1.376 pixel (S 16:9 - 3.3 megapixel)
Video [AVCHD]: 1.920 x 1.080, 60i (dari keluaran sensor 30 fps)
Video [Motion JPEG]: 1.440 x 1.080, 30p atau 24p
Video [Motion JPEG]: 640 x 480, 30 fps

Format foto & video (File qualities / file format)
RAW
RAW + JPEG Fine
JPEG Fine
JPEG Standard
Video: AVCHD
Video: QuickTime Motion JPEG

Prosesor (Processor)
Sony Bionz

Optimalisasi rentang kontras (Sony Dynamic Range Optimizer - DRO)
Off
Auto (Lv 1-5, dapat dipilih secara manual)
Auto HDR (3x pengambilan gambar, antara 1.0 EV hingga 6.0 EV per 0.5 EV)

Tingkatan kepekaan sensor (Sensitivity range)
Auto
ISO 100 - ISO 12800
ISO 25.600 dengan Multi-Frame NR Mode

Peredam cacat sinyal (Noise reduction)
Long Exposure Noise Reduction aktif pada durasi pencahayaan 1 detik atau lebih lama
Long Exposure Noise Reduction memiliki opsi On atau Off
High ISO Noise Reduction aktif di ISO 1600 keatas
High ISO Noise Reduction memiliki opsi Normal atau High

Sistem anti-debu (Dust reduction)
Pelapisan permukaan filter low-pass dengan lapisan anti-statik
Mekanisme reduksi debu dengan penggetaran mekanisme peredam getar pada sensor
Penggetaran bekerja setiap kali kamera dipadamkan (Power Off)

Peredam getar (Image stabilizer)
Sony SteadyShot INSIDE dengan mekanisme peredam getaran pada permukaan sensor
Indikator peredaman getaran 5 tingkat di jendela bidik optik
Mampu meredam getaran hingga serendah 2.5 - 3.5 stop kecepatan rana
Efektif sepenuhnya untuk semua lensa yang sedang terpasang pada kamera

Pemandang elektronik (Quick AF Live View)
Tersedia Quick AF Live View dengan sensor CCD terdedikasi
Kinerja sistem autofokus berdasarkan atas sensor autofokus deteksi fasa terdedikasi
Pengukuran cahaya 1.200 zona evaluatif
Dilengkapi dengan kemampuan Face Detection dan Smile Shutter
Akurasi cakupan ruang pandang hingga 90%
Tersedia simulasi Exposure, Creative Style dan White Balance
Tersedia fasilitas Smart Teleconverter 1.4x dan 2x (dengan reduksi resolusi)

Metode autofokus Quick AF Live View (Quick AF Live View AF method) 
Autofokus deteksi fasa secara TTL, disebut sebagai Quick AF Live View. Sistem autofokus ini dimungkinkan karena penggunaan sensor CCD tambahan terdedikasi untuk fasilitas Quick AF Live View. Dengan sistem autofokus ini, maka sensor autofokus deteksi fasa dapat bekerja seperti layaknya pemotretan biasa dengan menggunakan jendela bidik optik. Oleh karenanya, pemfokusan subjek yang bergerak cepat ketika Quick AF Live View aktif menjadi sangat dimungkinkan.

Pemandang elektronik (Focus Check Live View)
Live View dengan menggunakan sensor utama CMOS berteknologi Exmor
Tersedia modus fokus deteksi fasa, deteksi kontras, dan manual
Modus pengukuran cahaya tergantung dari modus pemotretan yang aktif
Akurasi cakupan ruang pandang hingga 100%
Dilengkapi fasilitas Preview Zoom (x7.0 & x14.0) dan Grid Lines
Tersedia simulasi Exposure, Creative Style dan White Balance
Dilengkapi dengan sensor suhu fisik (otomatis non-aktif bila suhu fisik memanas)

Sistem autofokus (Autofocus system)
Sistem autofokus deteksi fasa secara TTL dengan sensor autofokus CCD terdedikasi
11 titik fokus dengan jendela bidik optik, 15 titik fokus dengan Live View
Sensor silang pada 3 titik fokus
Jangkauan kerja antara 0 EV hingga 18 EV (ISO 100 f/1.4)

Pemilihan titik fokus (Autofocus area selection)
Area autofokus lebar (Wide AF Area)
Area autofokus terpusat (Center Spot AF)
Pemilihan titik fokus secara individual (salah satu dari 11/15 titik yang tersedia)

Modus autofokus (Focus modes)
Single-shot AF (untuk subjek foto statis)
Continuous AF (untuk subjek bergerak / dinamis)
Automatic AF (menyesuaikan Single-shot AF atau Continuous AF sesuai subjek)
Manual (untuk fokus manual, khususnya pada lensa non-SSM & non-SAM)

Lampu bantu fokus (Autofocus assist illuminator)
Tersedia, bersamaan dengan aktivasi built-in flash
Jarak efektif 1 meter - 5 meter

Otomatisasi sistem autofokus dengan bidikan mata (Eye-start autofocus)
Tersedia. Aktivasi atau de-aktivasi lewat Menu.

Modus pencahayaan (Exposure / shooting modes)
Full Auto
P (Program AE) dengan Program Shift Function
A (Aperture-priority AE)
S (Shutter-priority AE)
M (Manual)
Flash Off
Preset Scene Modes

Modus pemotretan terprogram (Preset Scene Modes)
Portrait
Landscape
Macro
Sports action
Sunset
Night view / Night portrait

Modus pengukuran cahaya (Metering modes)
Multi-segment Metering (pengukuran cahaya 40 segmen dengan pola sarang lebah)
Center-weighted Metering
Spot Metering

Jangkauan kerja pengukuran cahaya (Metering range)
Multi-segment / Center-weighted: EV 2 - EV 20 (ISO 100 f/1.4)
Spot metering: EV 4 - EV 20 (ISO 100 f/1.4)

Pengunci nilai pencahayaan (Auto exposure lock)
Tersedia lewat tombol mekanis terdedikasi (fungsi & metode dapat diatur lewat Menu)

Pilihan intensitas pencahayaan (Auto exposure bracketing)
Dapat dipilih antara Single Drive atau Continuous Drive
3 kali pengambilan gambar
Dapat dipilih antara 0.3 atau 0.7 stop langkah pencahayaan (EV)

Kompensasi pencahayaan (Exposure compensation)
Dapat dipilih antara -2.0 hingga +2.0 stop nilai pencahayaan (EV)
0.3 stop langkah pencahayaan

Blok rana (Shutter)
Sistem rana mekanis yang terkontrol secara elektronis
Pergerakan vertikal, jenis focal-plane

Jangkauan kecepatan rana (Shutter speed range)
30 detik hingga 1/4000 detik
Bulb (

Sinkron lampu kilat (Flash X-sync)
Maksimal 1/160 detik di modus sinkron normal (non-HSS)
Hingga 1/4000 detik dengan Sony Speedlite (modus High Speed Sync. / HSS)

Diafragma (Aperture)
Tergantung lensa yang terpasang
Tersedia hingga 0.3 stop langkah pemilihan nilai diafragma

Pra-pandang ruang tajam (Depth of field preview)
Tersedia, lewat tombol mekanis terdedikasi

Modus penyeimbang suhu warna (White Balance modes)
Auto
Daylight (-3 hingga +3)
Shade (-3 hingga +3)
Cloudy (-3 hingga +3)
Tungsten (-3 hingga +3)
Fluorescent (-2 hingga +4)
Flash (-3 hingga +3)
Kelvin (2500 K hingga 9900 K, dari G9 hingga M9 [19 langkah Green-Magenta])
Manual (Custom)

Pilihan penyesuaian suhu warna (White Balance bracketing)
Tersedia, 3 kali pengambilan gambar
Pilihan langkah "Hi" atau "Lo"

Ruang spektrum warna (Color space)
sRGB
Adobe RGB

Modus warna (Color modes)
Standard
Vivid
Portrait
Landscape
Sunset
Black and White

Pengaturan parameter gambar (Image parameter)
Contrast / tingkat kontras (-3 hingga +3)
Saturation / tingkat saturasi warna (-3 hingga +3)
Sharpness / tingkat ketajaman digital (-3 hingga +3)
Semua pengaturan ini tersedia di semua modus warna (Color modes) kecuali Black & White

Lampu kilat terintegrasi (Built-in flash)
Diaktifkan secara manual / otomatis (tersedia tombol semi-mekanis terdedikasi)
Modus pengukuran cahaya: ADI Flash & Pre-flash TTL
Daya jangkau hingga 12 meter (ISO 100 f/1.4)
Cakupan sudut pandang hingga 18 mm (ekuivalen format 35mm: 28mm)
Sinkron non-HSS hingga 1/160 detik

Lampu kilat eksternal (External flash expansion)
Tersedia lewat dudukan lampu kilat eksternal di bagian atas kamera 

Modus penyinaran lampu kilat (Flash modes)
Auto
Fill Flash
Rear Sync. (2nd Curtain Sync.)
Slow Sync. (dapat langsung aktif lewat tombol AE Lock)
Red-eye reduction (Pre-flash)
Wireless Flash
High-speed Sync.

Kompensasi penyinaran lampu kilat (Flash compensation)
Dapat dipilih antara -2.0 hingga +2.0 stop nilai pencahayaan (EV)
0.3 stop langkah pencahayaan

Modus bidikan (Drive modes)
Single
Continuous (dapat dipilih High-speed atau Low-speed)
Speed Priority Mode
Self-timer (dapat dipilih penundaan 2 detik atau 10 detik) 
Single-frame Bracketing
Continuous Bracketing
White Balance Bracketing
Remote Commander Mode

Bidikan serial & kapasitas memori penyangga (Continuous drive & buffer)
Maksimal 7 gambar / detik di Speed Priority Mode
Maksimal 5 gambar / detik dengan jendela bidik optik
Maksimal 3 gambar / detik dengan Live View
RAW: maksimal 6 gambar
RAW+JPEG Fine: maksimal 3 pasang gambar
JPEG - Fine: hingga 12 gambar
JPEG - Standard: hingga 58 gambar

Fasilitas canggih dengan bidikan serial (Continuous drive advanced features)
2D Sweep Panorama
3D Sweep Panorama
Multi-Frame NR Mode (setara dengan nilai kepekaan ISO 25.600)

Sensor orientasi (Orientation sensor)
Tersedia, untuk pemotretan, melihat hasil foto, dan tampilan layar LCD

Jendela bidik (Viewfinder)
Sejajar-pandang, pentamirror gelas optik permanen
Tabir bidik Spherical Acute Matte permanen
Pembesaran jendela bidik optik hingga 0.80x
Akurasi cakupan ruang pandang hingga 95%
Penyesuai cacat-pandang dari -3.0 hingga +1.0
Profil bidik hingga 19 mm dari pembidik
Bantalan pembidik yang dapat dilepas-tukarkan dengan aksesori jendela bidik lainnya
Rana penutup pembidik (eyepiece shutter) yang terintegrasi dengan Quick AF Live View

Layar LCD (LCD monitor)
3.0 inci X-tra Fine TFT LCD dengan teknologi TruBlack
Resolusi 921.600 dot
Pelapis optik anti-refleksi
Sudut pandangan dapat disesuaikan secara fleksibel. Vertikal atas 90°, vertikal bawah 90°
Refresh rate layar LCD adalah 30 fps ketika Quick AF Live View aktif (di kondisi cahaya mencukupi)
Tampilan menu dapat secara otomatis aktif atau non-aktif berdasarkan Eye Sensor
Auto Brightness Control (Auto Setting 2 langkah, Manual Setting 5 langkah)

Konektivitas (Connectivity)
USB 2.0 Hi-speed (Mass storage, Multi-LUN atau PTP)
Video-out (NTSC atau PAL)
Mini HDMI
DC-in (Power)
Soket mikrofon eksternal
Soket pengendali jarak jauh berkabel (RM-S1AM atau RM-L1AM [pembelian terpisah])

Keluaran video (Video output)
Dapat dipilih antara format NTSC atau PAL
Modus pengaturan PhotoTV HD bila terpasang pada Sony Bravia

Sistem penyimpanan data (storage)
SDXC / SDHC / SD
Memory Stick Duo / Pro Duo
Mendukung format FAT12, FAT16 atau FAT32
Pemilihan jenis kartu memori yang sedang aktif dilakukan dari saklar secara fisik
Protokol interaksi antar-kartu memori adalah terpisah / tidak tersedia protokol gabungan

Sumber tenaga (Power)
1 unit baterai isi-ulang Sony lithium-ion NP-FM500H (1.650 mAh)
Konsumsi baterai sekitar 900 kali pemotretan dengan jendela bidik optik (standar CIPA)
Konsumsi baterai sekitar 450 kali pemotretan dengan Quick AF Live View (standar CIPA)
Tersedia opsi ekspansi sumber energi dengan Sony Vertical Grip VG-B50AM (2 x NP-FM500H)

Lensa (Lenses / bayonet)
Bayonet Sony A, yang berasal dari bayonet Minolta A
Kompatibel dengan lensa Minolta AF & KonicaMinolta AF
Kompatibel dengan lensa Sony SAL DT, Sony SAL dan Sony SAL G Series
Kompatibel dengan lensa Carl Zeiss untuk Sony (ZA)
Kompatibel dengan semua merek lensa pihak ketiga yang dinyatakan kompatibel dengan kamera ini

Dimensi fisik (Physical dimensions)
137 x 104 x 84 mm

Bobot fisik (Physical weight)
599 gram (tanpa baterai) 

Kekurangan :
Beberapa kekurangan dari merek Sony sebenarnya dikarenakan penggunanya tidak sebanyak merek Canon atau Nikon, jadi ketersediaan aksesoris pendukung dan tentnunya Lensa masih sangat terbatas dan harganya masih sedikit lebih mahal dibanding kompetitor yang lain. Tapi beruntung ada komunitas pengguna Sony Alpha di Indonesia yang sebagai media untuk saling bertukar informasi di alamat web http://www.alpharian.com

Artikel yang mungkin perlu dibaca lebih lanjut :
http://www.alphamountworld.com/reviews/sony-a580-review-parts-i-and-ii-combined

0 komentar:

Post a Comment