22 December 2011

Konica Minolta Maxxum 7D : Legenda DSLR dari Konica Minolta

Advertisement
Beberapa bulan sempat pindah memakai gear Canon ternyata ga bisa mengobati kangen menggunakan DSLR Sony , jadinya Body Canon 1000D dijual ke tangan yang membutuhkan dan akhirnya beli DSLR Konica Minolta Maxxum 7D. Lah apa hubungannya dengan KM dengan SONY? Sama saja... Sony pada tahun 2006 membeli Divisi Kamera Konica Minolta sehingga Sony mendapat Hak untuk menggunakan teknologi SLR dari KM, Secara Sony ga punya sejarah dalam membuat SLR dibandingkan Minolta yang lebih dari 70 tahun di bidang perkameraan. Dengan uang berjibun yang dimiliki Sony dan Strategi pemasaran yang lebih baik Alpha Mount mampu bertahan sampai saat ini.

Kembali ke topik awal, Konica Minola Maxxum/Dynax/Alpha 7D selanjutnya disingkat KM7D sebenarnya kamera yang sudah diskontinu, bagaimana tidak divisi kameranya KM udah dijual ke Sony. dirilis pada tahun 2004, mmm dihitung2 udah 7 tahun lho dari post ini dibuat, tapi hasil2 fotonya membuat saya tertarik untuk meminangnya. Spesifikasi bisa dilihat di websitenya http://mhohner.de/sony-minolta/onebody/7d . dilihat dari Resolusi gambar yang di hasilkan hanya 6Mpx hampir 1/4 dari megapixel Sony a900/850 atau Nikon D3x. Tapi bagi saya megapixel besar belum saya butuhkan saat ini...soalnya ga pernah cetak besar sebesar baliho reklame...hehhe...dan 6 Mpx sudah cukup untuk dilihat di layar komputer dan cetak 10R. megapixel nya setara dengan Nikon D70.

Gambar diatas merupakan dimensi KM7D, cukup besar dan pas dengan genggaman jari-jari tangan sayan yang tergolong agak besar, grip nya mirip dengan Canon 7D atau SONY a700. agak berat dan terlihat sangat kokoh dan Pas Banget deh pokonya. Minusnya tidak ada top LCD seperti pada kamera-kamera Canon atau Nikon yang seumuran dan selevel.

(KM7D + SAL 50 f1,8) f1,8 - 1/15 - ISO 800

 (KM7D + SAL 50 f1,8) f1,8 - 1/10 - ISO 800
 
Sensor yang digunakan tipe CCD APS-C dengan crop factor 1,5x. Test real world pada kondisi low light, sampai dengan ISO 800 menurut saya gambar yang dihasilkan masih tergolong bersih, ISO diatas 800 tentunya sudah muncul noise tapi tidak sebanyak kamera-kamera SONY yang masih menggunakan sensor CCD. Untuk mengeurangi shake atau getaran tangan saat menekan shutter, pada body KM7D memiliki fitur Anti Shake(AS) sehingga gambar yang dihasilkan dapat lebih tajam walau dengan kecepan shutter seperti gambar diatas. Pasangan body yang memilik fitur AS dengan lensa prime(fix) yang notabene jarang yang ada penstabil gambar adalah pasasangan yg sangat pas banget..


 (KM7D + SAL 50 f1,8) f2,8 - 1/30 - ISO 100
 
 (KM7D + SAL 50 f1,8) f1,8 - 1/45 - ISO100
 
(KM7D + SAL 50 f1,8) f2,8 - 1/60 - ISO 100

Warna yang dihasilkan sangat menarik, dengan saturasi yang saya rasa sesuai dengan selera, dan lensa Minolta atau lensa Sony merender warna menjadikan hasil yang natural. Menonjol pada warna-warna seperti Merah dan Biru.
(Contoh foto tersebut hanya dilakukan resize sisi terpanjang ke 1024px untuk mengurangi filesize menggunakan Aplikasi Photoscape )
Review dari Website luar
http://www.dpreview.com/reviews/konicaminolta7d/default.asp
http://www.alphamountworld.com/reviews/konica-minolta-maxxum-7d-the-digital-analog-kid