07 December 2011

Mengetahui Masa Subur

Advertisement

Kontrasepsi adalah upaya untuk mengatur dan menjarangkan kehamilan. Ada berbagai macam pilihan cara dan alat kontrasepsi. Mulai dari dengan upaya penghitungan masa subur, Pil kontrasespi, IUD, kondom, dan sebagainya. Pemilihannya sendiri sangat tergantung dari kondisi masing-masing remaja (seperti siklus haid, penyakit dasar yang dimiliki, dan sebagainya).

Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai Cara Penghitungan Masa Subur sebagai salah satu cara kontrasepsi.
Langkah-langkah menghitung masa subur:
Bagi yang memiliki siklus menstruasi teratur, masa subur berlangsung pada hari ke 14 -/+ 1 hingga hari haid berikutnya, artinya terjadi pada hari ke 13-15 sebelum tanggal haid berikutnya. Hari pertama haid dihitung sebagai hari ke-1
Bagi yang memiliki siklus haid yang tidak teratur, penghitungan dilakukan dengan:
-          Mencatat tanggal hari pertama haid (datang bulan)
-          Lakukan pencatatan ini terus menerus setiap bulan, minimal 6 bulan
-          Catatlah jumlah hari dari setiap siklus haid misalnya diperoleh, siklus terpendek (Spe) 27 hari dan siklus terpanjang (Spa) 30 hari
-          Maka untuk menentukan masa subur :
Spe – 18 = awal masa subur
Spa – 11 = akhir masa subur
Contoh:
-27 – 18 = 9 maka hari ke 9 adalah awal masa subur
-30 – 11 = 19 maka hari ke 19 adalah akhir masa subur
Keuntungan:
-          Dapat digunakan untuk menghindari kehamilan, namun bila ingin hamil anda boleh bersenggama pada masa subur
-          Tidak ada resiko kesehatan yang berhubungan dengan kontrasepsi
-          Tidak ada efek samping
-          Murah dan tanpa biaya
Perempuan yg dapat menggunakan KB alami / pantang berkala
-          Semua perempuan semasa reproduksi, baik siklus haid teratur maupun tidak teratur
-          Perempuan kurus/gemuk
-          Perempuan dengan alasan kesehatan tertentu
-          Pasangan dengan alasan agama atau filosofi untuk tidal menggunakan metode kontrasepsi lain
-          Pasangan yang ingin dan termotivasi untuk mengobservasi, mencatat, dan menilai tanda dan gejala kesuburan
Kekurangan
-          Angka kegagalan tinggi (apabila salah menghitung masa subur)
-          Tidak semua perempuan mengetahui kapan masa suburnya
-          Tidak semua perempuan mempunyai haid yang teratur
-          Tidak semua pasangan dapat memtaati untuk tidak bersenggam di masa subur
-          Dapat menimbulkan kekhawatiran atau ketegangan bila melakukan hubungan seks
-          Cara ini memerlukan kerjasama menahan diri secara sungguh-sungguh bagi pasangan
-          Perlu pencatatan setiap hari
Cara lain untuk mengetahui masa subur:
-          Perubahan lendir leher rahim:
Saat siklus bulanan berlangsung, maka lendir leher rahim juga akan mengalami peningkatan volume dan perubahan tekstur. Semakin banyak volume lendir yang dihasilkan mencerminkan adanya perubahan dalam tubuh yaitu meningkatnya kadar hormon estrogen. Seseorang dianggap mengalami masa paling subur jika lendirnya bersih, licin dan elastis.
-          Rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah:
Sekitar 1 dari 5 perempuan menandakan masa ovulasinya dengan rasa nyeri atau sakit pada perut bagian bawah, rasa nyeri yang timbul cenderung ringan. Kondisi ini dapat berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam dan merupakan tanda positif dari masa subur (tanda rupturnya Graafian Folicle yang artinya ovum / telur telah dilepaskan ke dalam saluran tuba falopii dan siap untuk dibuahi).
-          Kenaikan suhu tubuh:
Saat mengalami ovulasi, suhu tubuh biasanya akan meningkat sebesar 0,5-1,6 derajat celsius, hal ini bisa dideteksi dengan menggunakan termometer dan mengukur suhu basal tubuh (BBT). Suhu tubuh yang diukur adalah suhu pagi hari saat seseorang masih berada di tempat tidur dan belum melakukan kegiatan apapun, peningkatan suhu ini menandakan adanya peningkatan dari hormon progesteron. Metode ini membantu seseorang mengetahui apakah sudah masuk masa subur atau belum.
-          Alat tes ovulasi:
Alat untuk mengukur masa ovulasi bekerja dengan mendeteksi hormon pra-ovulasi yaitu LH-Surge di dalam tubuh. Alat ini dapat digunakan di rumah dan memungkinkan Anda untuk memprediksi sendiri kapan masa suburnya dengan tingkat akurasi yang besar.
Bagi remaja sendiri adalah sangat penting mengetahui kapan masa suburnya sehingga mereka yang seksual aktif bisa mencegah diri dari kemungkinan kehamilan di usia dini. Pesan kami: Tetaplah menjalani A (Abstinentia) sebelum menikah, B (Be faithfull) bila anda telah seksual aktif, dan gunakan C (Condom) untuk melindungi diri dari penyakit menular seksual, jangan menggunakan narkoba D (drug abuse) dan hindari penggunaan jarum suntik secara  bergantian D (Don’t inject), tingkatkan pengetahuan kesehatan kita seluas-luasnya dan cari informasi yang benar pada ahlinya.
—KITA SAYANG REMAJA—
Referensi:
GCAC. The hidden epidemic. Removing the barriers to reproductive health Service.