26 September 2012

05 September 2012

Halal Bihalal Alpharian Bali, NTB. NTT di Lapangan Renon Denpasar

Sudah hampir 1 tahun sejak ulang tahun Alpharian tahun 2011, saya menyempatkan diri untuk kumpul-kumpul bareng teman-teman Alpharian Bali pada hari minggu 2 September 2012 di Lapangan Renon Denpasar. Acara kita diprakasai oleh Regional Leader Alpharian Bali Om Setyawan B Prasodjo atau Om Bepe.

Sudah sekian lama tidak ketemu dengan teman-teman penggemar fotografi khusunya pengguna kamera Sony/Minolta, seperti Martika Atmadi, Om Kas, Om Riza, Ifan, Om Ismail Ilmi, dan teman-teman baru lainnya.
Kegiatan diawali dengan kumpul di depan e-trading sambil membicarakan kamera dan racun-racun lainnya, kemudian dilanjutkan deangan sesi foto model deangan model Gek Naya. Berikut Foto-fotonya :

Foto Keluarga Alpharian
Om Riza jepret dengan Nex sambil bawa reflektor
Martika, Ismail Ilmi dan Saya
KM7D + Sony 55-200
KM7D + Sony 55-200

04 September 2012

Konjungtivitis Bakteri



Pendahuluan
Konjungtivitis bakteri merupakan penyakit infeksi pada konjuntiva mata disebabkan oleh bakteri. Penyebab tersering oleh bakteri stapilococus, streptokokus, chlamydia, gonococus. Konjuntivitis ringan merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri atau dengan terapi antibiotik sudah dapat menekan infeksinya, namun pada kasus infeksi berat seperti pada infeksi gonococus dapat menyebabkan kebutaan.

Gejala Klinis
Riwayat Penyakit : Pasien biasanya datang dengan keluhan mata merah, keluar kotoran mata atau belekan, berair, tidak bisa membuka mata pada saat bangun pagi. Pasien tidak mengeluhkan adanya penglihatan kabur. perlu diketahui apakah ada riwayat kontak dengan orang lain yang sakit mata merah juga atau riwayat menderita penyakit infeksi menular seksual seperti GO.

Pemeriksaan Ophtalmologis : Tajam penglihatan biasanya tidak mengalami gangguan, kelopak mata bengkak, terdapat injeksi konjungtiva (CVI+), sekret purulen atau mukopurulen, pemeriksaan flouresin negatif.

Pemeriksaan Penunjang : Pemeriksaan swab konjuntiva dengan pemeriksaan gram dan giemsa sangat membantu untuk mengetahui bakteri penyebab dan penegakan diagnosis konjuntivitis bakteri. Pengecatan gram bisa didapatkan bakteri cocus atau batang gram positif, pada infeksi Nisseria Gonorea ditemukan bakteri diplococus gram negatif. Pemeriksaan giemsa didapatkan sel-sel radang leukosit dan PMN yang sangat banyak. Pada infeksi chlamydia ditemukan adanya inclusion bodies pada pengecatan giemsa.
Bila terdapat fasilitas dapat dilakukan pemeriksaan PCR untuk mendeteksi apakah ada gen dari bakteri-bakteri penyebab konjungtivits tersebut.
setealh dilakukan pengecatan gram dapat dilanjutkan deangan pemeriksaan kultur dan sensitivitas terhadap antibiotika.

Diagnosis Banding
Konjungtivits dapat didiagnosis banding dengan penyakit mata merah lainnya seperti :
  1. Keratitis
  2. Uveitis
  3. Glaukoma Akut
Perbedaan yang mendasar adalah pada konjuntivits tidak ditemukan adanya penurunan tajam penglihatan dibanding ketiga diagnosis banding tersebut

Penatalaksanaan / Pengobatan
Setelah serangkaian riwayat dan pemeriksaan yang dilakukan dan ditegakkan diagnosis konjuntivitis oleh karena bakteri pengobatan yang tepat diperlukan untuk mempercepat penyembuhan yaitu :
  1. Pasien dapat disarankan untuk mengkompres dingin pada mata yang sakit, hal ini bertujuan untuk memberikan rasa nyaman pada mata dan meberikan efek vasokontriksi atau mengecilkan pembuluh darah
  2. Tetes mata Antibiotika murni seperti chloralphenicol, gentamicin,  polimyxin dan neomycin pada konjuntivitis ringan.  ciprofloxacin, offloxacin  dibekasin dan levofloxacin pada infeksi GO dan konjungtivits yang sedang-berat.
  3. Tetes mata Artificial tears bertujuan untuk mencegah rasa tidak nyaman akibat dari pemberian tetes mata Antibiotika
  4. Antibiotika sistemik diperlukan apabila ditemukan infeksi oleh bakteri Nisseria Gonnorea. dapat diberikan Cefixim, Ceftriaxon injeksi  
Prognosis
Prognosis Konjungtivitis Bakteri adalah baik, tetapi hal ini dapt menjadi buruk terutama pada infeksi oleh Chlamydia Trachomatis dan infeksi GO yang terkonplikasi





03 September 2012

Guitar Lesson : 01. Anatomi Gitar

Sebelum kita mulai mempelajari bagaimana caranya memainkan gitar, tentunya kita harus mengenal apa saja sih bagian-bagian dari tubuh sebuah gitar, karena kata pepatah kalau tak kenal maka tak sayang, maka dalam kesempatan ini akan sedikit dibahas mengenai Anatomi dari sebuah gitar. Gambar 1 dibawah ini akan menunjukkan perbedaan bagian-bagian dari sebuah gitar akustik dan gitar listrik/elektrik. Berikutnya kita juga akan mengenal bagaimana senar dan fret ditandai. Senar ditandai dari yang paling tipis ke yang paling tebal, artinya senar 1 itu adalah senar yang paling tipis, begitu juga sebaliknya senar 6 adalah senar yang paling tebal. Tuning standar gitar e-B-G-D-A-E diurut dari senar 1-e (paling tipis) ke senar 2-B sampai senar 6-E (paling tebal) Fret ditandai dari ujung kepala sampai body. fret 0 artinya senar lepas atau tidak ditekan sedangkan fret 1 adalah kotak 1, fret 2 adalah kotak 2 dan seterusnya tergantung panjang neck/leher gitar. lebih jelasnya lihat gambar dibawah

Tips Memilih Kamera Digital



Saat ini perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, termasuk juga teknologi baru yang digunakan di duni fotografi. Tentunya Fotografi tidak bisa lepas dari salah satu alat pendukungnya yaitu Kamera dan Aksesorisnya yang melengkapi. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa saat ini masa nya digitalisasi oleh sebab itu kamera digital merupakan wujud dari perkembagan telnologi itu sendiri.
Tulisan kali ini saya akan membagikan pengalaman saya mengenai memilih kamera digital yang cocok dengan Anda. Beberapa tips mungkin bisa diterapkan dan semoga membantu dan bermanfaat bagi pembaca sekalian.

1. Ketahui jenis-jenis kamera digital
Berdasarkan bentuknya dibagi menjadi :
  1. Handphone, 
  2. Kamera Saku / Pocket Camera, 
  3. Mirrorless Camera, 
  4. Digital Single Lens Reflex (DSRL) / Digital Single Lens Translucent (DSLT), 
  5. Digital Medium Format.



Kamera Handphone / Smartphone
Merupakan aksesoris dari telepon seluler sebagai tambahan fitur untuk dapat mengabadikan gambar / video yang digunakan untuk mendukung aplikasi-aplikasi yang ada di dalam handphone itu sendiri, biasanya aplikasi social media seperti Facebook, twitter, path, instagram dll. tentunya dari segi kualitas hasil foto yang dihasilkan tidak maksimal seperti jenis kamera lainnya karena sebenarnya spesifikasi yang dibutuhkan tidak terlalu besar seperti misalnya kamera dengan resolusi 3,2 MPix dirasakan sudah cukup memenuhi kebutuhan tersebut. Walaupun dipasaran dapat dijumpai kamera HP dengan resolusi yang cukup besar lebh dari 5Mpix. Selain itu beberapa kamera Hp juga dilengkapi dengan fasilitas Autofocus dan lampu kilat untuk menghasilkan foto dengan kualitas yang lebih baik. iPhone dari Apple salah satu Hp yang menjadi icon fotografi mobile saat ini dengan iPhotography nya. Beberapa kelebihan kamera HP adalah tersedianya aplikasi editor foto yang sangat berlimpah yang memberikan fasilitas kepada penggunanya untuk lebih berkreasi, misalnya foto BW, HDR, dll.


Kamera Saku / Pocket Camera
Menurut saya dapat dibagi menjadi 2 kelas yaitu kelas Entry / Pemula dan kelas Prosumer. dibandingkan dengan kamera HP kamera saku ini memiliki spesifikasi yang lebih baik, dan fitur-fitur kamera secara khusus yang lebih baik. Resolusi sensor juga lebih besar rata-rata > 12 Mpix. Dari segi harga membedakan antara kelas pemula dan prosumer tentunya kelas prosumer lebih mahal, bisa lebih dari 3juta rupiah dibanding kelas pemula yang kisaran dibawah 1 juta - 2jutaan. dengan fitur-fitur yang hampir sama. biasanya yang membedakan jenis dan ukuran sensor digital yang digunakan, kualitas lensa, LCD / touch screen.



Mirrorless Camera
Tradisionalnya sebuah kamera SLR menggunakan sebuah cermin yang akan memantulkan cahaya yang ditangkap lensa dan dteruskan ke prisma viewfinder, namun beberapa produsen kamera membuat sebuah inovasi dengan menghilangkan cermin tersebut dan meneruskan sinar yang ditangkap lensa ke sensor digital. Prinsipnya mungkin mirip dengan kamera pocket, tetapi yang membedakannya adalah mirrorless camera menggunakan ukuran sensor digital yang sama seperti yang digunakan di kamera DSLR (Olympus dan Panasonic dengan format micro4/3, Sony dengan APS-C, Nikon dengan ukuran lebih kecil sedikit) , menggunakan lensa-lensa yang juga mirip dari segi desain dan kualitas namun dengan ukuran yang lebih kecil dengan lensa standar DSLR.
Dari sisi harga kamera mirrorless termasuk agak mahal tergantung kelas spesifikasi dan lensa kit yang menyertai. Harga berkisar dari 5juta-15juta rupiah.
Contoh kamera mirrorless adalah Olympus dengan PEN nya, Sony dengan NEX, Panasonic dengan GH dan GF, Nikon dengan J1 dan V1, Pentax dengan Q nya.



Digital Single Lens Reflex (DSLR)/ Digital Single Lens Translucent(DSLT Sony)
untuk kamera DSLR banyak sekali pilihan kamera yang bisa dipilih, mulai dari kelas pemula (Canon 1100D/550D/600D/650D, Nikon D3100/32005100, Sony a33/a55/a37/a57, Pentax KR), Kelas mainstream / Semi-Profesional (Nikon D90/D7000, Canon 60D/7D, Sony a65/a77, Pentax K20D), Kelas Professional ( Nikon D700/D800/D3/D3x/D4, Canon 5D MKII/5DMKIII/1D MKIV/1DsMKII, Sony Alpha 850/900). Untuk penjelasan lebih lanjut akan dibuatkan dalam artikel tersendiri.....



Digital Medium Format
Untuk bentuk ini biasanya digunakan oleh fotografer profesional, bedanya dengan DSLR adalah ukuran sensor digital yang jauh lebih besar dan harganya juga sangat mahal sampai ratusan juta rupiah. Contoh : Pentax 645D, Phaseone

2. Anggaran. 
Jangan memperhitungkan anggaran belanja hanya berdasarkan unit kamera saja. Perhitungkan pula pembelian lensa tambahan, lampu kilat, dan aksesoris lainnya.

3. Bidang pemotretan yang Anda lakukan. 
Apakah komersial atau amatir? Kalaupun komersial, pelajarilah secara spesifik, apa yang paling dibutuhkan pekerjaan tersebut dari sebuah kamera digital. Apakah resolusi penting? Apakah ketahanan terhadap elemen alam penting? Dan lain sebagainya.

4. Kebutuhan akan fasilitas fotografi, apakah bersifat umum atau spesifik. 
Bila yang Anda butuhkan hanyalah PASM dan satu titik fokus di tengah saja, maka kamera SLR digital seri pemula atau amatir serius pun sudah sangat memadai. Namun bila Anda membutuhkan kemampuan autofokus yang tinggi, fasilitas yang spesifik, kemampuan yang unik, atau kompatibilitas pada lensa tertentu, maka kamera SLR digital seri semi-pro atau seri pro sudah harus menjadi pilihan Anda.

5. Aspek ego dan gengsi Anda. 
Tentu saja tidak dosa untuk memiliki kamera terbaik demi ego atau gengsi, sejauh Anda memang tidak "memaksakan" diri Anda untuk membelinya. Apalagi bila itu diimbangi dengan hasil foto yang membanggakan. Tentu saja itu akan lebih mengangkat "derajat" fotografi Anda. Namun berbeda halnya jika menghadapi klien yang sebenarnya tidak tahu apapun tentang fotografi namun bersikap "sok tahu", seringkali membuat para fotografer "terpaksa" harus membeli kamera SLR digital seri profesional dengan tongkrongan yang gagah, betapapun sebenarnya belum terlalu dibutuhkan.

Kesimpulan
Sebelum membeli perhitungkan lah aspek-aspek diatas, disarankan bila hanya hobi beli lah yang kelas pemula yang memiliki fitur-fitur dasar untuk belajar fotografi dan fitur tambahan yang paling lengkap terlebih dahulu, sebaiknya ikuti komunitas Anda terutama ini berhubungan dengan Merek Kamera, karena dengan merek yang sama tentunya kita bisa mencoba kamera teman kita yang mungkin kamera kelas diatasnya dan kita bisa mengetahu dan merasakan perbedaan dari kamera yang kita punya.
Maksimalkan kamera yang kita punya, jikalau sudah mentok dan tidak ada pilhan untuk upgrade untuk mendapatkan hasil yang diinginkan barulah upgrade ke kelas yang lebih baik.


02 September 2012

Glaukoma Oleh Karena Pemakaian Tetes Mata Yang Salah

Penggunaan obat-obat di masyarakat saat ini berada dalam tahap yang mengkhawatirkan, terutama obat keras golongan lingkaran merah seperti antibiotika, kortikosteroid, dll.
Salah satu komplikasi penggunaan obat tetes mata yang salah adalah steroid tetes mata yang banyak menyebabkan terjadinya komplikasi berupa glaukoma oleh karena steroid. ingin tau lebih lanjut mengenai glaukoma bisa search di google ya....