03 September 2012

Tips Memilih Kamera Digital

Advertisement


Saat ini perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, termasuk juga teknologi baru yang digunakan di duni fotografi. Tentunya Fotografi tidak bisa lepas dari salah satu alat pendukungnya yaitu Kamera dan Aksesorisnya yang melengkapi. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa saat ini masa nya digitalisasi oleh sebab itu kamera digital merupakan wujud dari perkembagan telnologi itu sendiri.
Tulisan kali ini saya akan membagikan pengalaman saya mengenai memilih kamera digital yang cocok dengan Anda. Beberapa tips mungkin bisa diterapkan dan semoga membantu dan bermanfaat bagi pembaca sekalian.

1. Ketahui jenis-jenis kamera digital
Berdasarkan bentuknya dibagi menjadi :
  1. Handphone, 
  2. Kamera Saku / Pocket Camera, 
  3. Mirrorless Camera, 
  4. Digital Single Lens Reflex (DSRL) / Digital Single Lens Translucent (DSLT), 
  5. Digital Medium Format.



Kamera Handphone / Smartphone
Merupakan aksesoris dari telepon seluler sebagai tambahan fitur untuk dapat mengabadikan gambar / video yang digunakan untuk mendukung aplikasi-aplikasi yang ada di dalam handphone itu sendiri, biasanya aplikasi social media seperti Facebook, twitter, path, instagram dll. tentunya dari segi kualitas hasil foto yang dihasilkan tidak maksimal seperti jenis kamera lainnya karena sebenarnya spesifikasi yang dibutuhkan tidak terlalu besar seperti misalnya kamera dengan resolusi 3,2 MPix dirasakan sudah cukup memenuhi kebutuhan tersebut. Walaupun dipasaran dapat dijumpai kamera HP dengan resolusi yang cukup besar lebh dari 5Mpix. Selain itu beberapa kamera Hp juga dilengkapi dengan fasilitas Autofocus dan lampu kilat untuk menghasilkan foto dengan kualitas yang lebih baik. iPhone dari Apple salah satu Hp yang menjadi icon fotografi mobile saat ini dengan iPhotography nya. Beberapa kelebihan kamera HP adalah tersedianya aplikasi editor foto yang sangat berlimpah yang memberikan fasilitas kepada penggunanya untuk lebih berkreasi, misalnya foto BW, HDR, dll.


Kamera Saku / Pocket Camera
Menurut saya dapat dibagi menjadi 2 kelas yaitu kelas Entry / Pemula dan kelas Prosumer. dibandingkan dengan kamera HP kamera saku ini memiliki spesifikasi yang lebih baik, dan fitur-fitur kamera secara khusus yang lebih baik. Resolusi sensor juga lebih besar rata-rata > 12 Mpix. Dari segi harga membedakan antara kelas pemula dan prosumer tentunya kelas prosumer lebih mahal, bisa lebih dari 3juta rupiah dibanding kelas pemula yang kisaran dibawah 1 juta - 2jutaan. dengan fitur-fitur yang hampir sama. biasanya yang membedakan jenis dan ukuran sensor digital yang digunakan, kualitas lensa, LCD / touch screen.



Mirrorless Camera
Tradisionalnya sebuah kamera SLR menggunakan sebuah cermin yang akan memantulkan cahaya yang ditangkap lensa dan dteruskan ke prisma viewfinder, namun beberapa produsen kamera membuat sebuah inovasi dengan menghilangkan cermin tersebut dan meneruskan sinar yang ditangkap lensa ke sensor digital. Prinsipnya mungkin mirip dengan kamera pocket, tetapi yang membedakannya adalah mirrorless camera menggunakan ukuran sensor digital yang sama seperti yang digunakan di kamera DSLR (Olympus dan Panasonic dengan format micro4/3, Sony dengan APS-C, Nikon dengan ukuran lebih kecil sedikit) , menggunakan lensa-lensa yang juga mirip dari segi desain dan kualitas namun dengan ukuran yang lebih kecil dengan lensa standar DSLR.
Dari sisi harga kamera mirrorless termasuk agak mahal tergantung kelas spesifikasi dan lensa kit yang menyertai. Harga berkisar dari 5juta-15juta rupiah.
Contoh kamera mirrorless adalah Olympus dengan PEN nya, Sony dengan NEX, Panasonic dengan GH dan GF, Nikon dengan J1 dan V1, Pentax dengan Q nya.



Digital Single Lens Reflex (DSLR)/ Digital Single Lens Translucent(DSLT Sony)
untuk kamera DSLR banyak sekali pilihan kamera yang bisa dipilih, mulai dari kelas pemula (Canon 1100D/550D/600D/650D, Nikon D3100/32005100, Sony a33/a55/a37/a57, Pentax KR), Kelas mainstream / Semi-Profesional (Nikon D90/D7000, Canon 60D/7D, Sony a65/a77, Pentax K20D), Kelas Professional ( Nikon D700/D800/D3/D3x/D4, Canon 5D MKII/5DMKIII/1D MKIV/1DsMKII, Sony Alpha 850/900). Untuk penjelasan lebih lanjut akan dibuatkan dalam artikel tersendiri.....



Digital Medium Format
Untuk bentuk ini biasanya digunakan oleh fotografer profesional, bedanya dengan DSLR adalah ukuran sensor digital yang jauh lebih besar dan harganya juga sangat mahal sampai ratusan juta rupiah. Contoh : Pentax 645D, Phaseone

2. Anggaran. 
Jangan memperhitungkan anggaran belanja hanya berdasarkan unit kamera saja. Perhitungkan pula pembelian lensa tambahan, lampu kilat, dan aksesoris lainnya.

3. Bidang pemotretan yang Anda lakukan. 
Apakah komersial atau amatir? Kalaupun komersial, pelajarilah secara spesifik, apa yang paling dibutuhkan pekerjaan tersebut dari sebuah kamera digital. Apakah resolusi penting? Apakah ketahanan terhadap elemen alam penting? Dan lain sebagainya.

4. Kebutuhan akan fasilitas fotografi, apakah bersifat umum atau spesifik. 
Bila yang Anda butuhkan hanyalah PASM dan satu titik fokus di tengah saja, maka kamera SLR digital seri pemula atau amatir serius pun sudah sangat memadai. Namun bila Anda membutuhkan kemampuan autofokus yang tinggi, fasilitas yang spesifik, kemampuan yang unik, atau kompatibilitas pada lensa tertentu, maka kamera SLR digital seri semi-pro atau seri pro sudah harus menjadi pilihan Anda.

5. Aspek ego dan gengsi Anda. 
Tentu saja tidak dosa untuk memiliki kamera terbaik demi ego atau gengsi, sejauh Anda memang tidak "memaksakan" diri Anda untuk membelinya. Apalagi bila itu diimbangi dengan hasil foto yang membanggakan. Tentu saja itu akan lebih mengangkat "derajat" fotografi Anda. Namun berbeda halnya jika menghadapi klien yang sebenarnya tidak tahu apapun tentang fotografi namun bersikap "sok tahu", seringkali membuat para fotografer "terpaksa" harus membeli kamera SLR digital seri profesional dengan tongkrongan yang gagah, betapapun sebenarnya belum terlalu dibutuhkan.

Kesimpulan
Sebelum membeli perhitungkan lah aspek-aspek diatas, disarankan bila hanya hobi beli lah yang kelas pemula yang memiliki fitur-fitur dasar untuk belajar fotografi dan fitur tambahan yang paling lengkap terlebih dahulu, sebaiknya ikuti komunitas Anda terutama ini berhubungan dengan Merek Kamera, karena dengan merek yang sama tentunya kita bisa mencoba kamera teman kita yang mungkin kamera kelas diatasnya dan kita bisa mengetahu dan merasakan perbedaan dari kamera yang kita punya.
Maksimalkan kamera yang kita punya, jikalau sudah mentok dan tidak ada pilhan untuk upgrade untuk mendapatkan hasil yang diinginkan barulah upgrade ke kelas yang lebih baik.