18 December 2016

Kandungan bahan dalam liquid vape rokok elektronik dan efek yang perlu diketahui sebelum memulainya

Advertisement
Artikel kali ini saya mencoba membahas mengenai kandungan zat-zat yang terkandung dalam liquid vape atau rokok elektronik dan potensi akibat yang ditimbulkannya. Saya sendiri bukan perokok tembakau atau vape, tapi melihat trend di tempat saya yang semakin menjamurnya peredaran vape dan retailer vape dan dijual bebas tanpa adanya regulasi yang jelas, membuat saya tertarik untuk mencari informasi.

tulisan ini didasarkan pada artikel jurnal  Electronic cigarettes: human health effects yang dipublikasikan di jurnal Tob Control

popularitas rokok elektronik sangat berkembang pesat di amerika dan juga di negara kita Indonesia. rokok elektronik vape tidak membutuhkan pembakaran tembakau untuk men-delivery nikotin ke dalam tubuh melainkan melalui aerosol.



Kandungan bahan atau zat di dalam liquid vape

kandungan liquid vape terbuat dari air, propylene glycol (PG), glycerin, nikotin dan zat perasa. faktor yang berkontribusi terhadap efek inhalasi ini yaitu kondisi iklim, sirkulasi udara, ukuran ruangan, jumlah pengguna dalam satu tempat, voltase batere, lama sedotan, interval antara sedotan, dan karakterisitik pengguna (umur, jenis kelamin, pengalaman, status kesehatan) 

glycol dan glycerol / gliserin pada vape merupakan kandungan utama, bahan-bahan ini digunakan di industri teater dan pelatihan kegawatdaruratan penerbangan, dan diketahui sebagai iritan saluran napas atas. kontak dengan uap glycol mungkin dapat menyebabkan keringnya membran mukosa dan mata. Gliserin sudah digunakan sebagai obat intik meningkatkan efikasi dari obat obat hirup atau inhalant, bahan ini memiliki sihat yang hidroskopik yang menarik air ke sekresi bronkial dan mengurangi viskositasnya. Gliserin dan propylen glycol tidak menyebabkan efek keracunan atau cytotoxic pada stem sel embrionik manusia, stem sel sarah tikus, dan sel fibroblas paru-paru manusia yang terpapar oleh cairan refill rokok elektronik. mengenai keamanan bahan ini tergantung dari lama pajanan terhadap bahan-bahan tersebut dan belum ada cukup data mengenai  keamanan penggunaan jangka panjangnya.

Nikotin mudah diserap melalui saluran napas, kulit, selaput lendir dan saluran pencernaan. paparan akut nikotin yang terhirup dapat menyebabkan pusing, mual, atau muntah. Reaksi toksik terkait dengan paparan nikotin di kulit telah dijelaskan setelah terkena  tumpahan cairan yang mengandung nikotin atau kontak dengan daun tembakau. kasus-kasus serius dari keracunan nikotin karena rokok relatif jarang terjadi,  muntah spontan biasanya menghambat penyerapan nikotin akibat menelan tembakau.

Peningkatan risiko toksisitas nikotin ditimbukan karena ketersediaan konsentrasi nikotin tinggi dalam kemasan. dilaporan terjadi kedian bunuh diri dan percobaan bunuh diri selesai dengan melakukan injeksi intravena dan konsumsi oral cairan nikotin yang terdapat dalam botol liquid rokok elektronik. Tingkat paparan nikotin dari penggunaan rokok elektronik sangat bervariasi. Studi sebelumnya telah ditemukan rentang yang lebar pada tingkat kandungan nikotin, variabilitas dalam aerosolisation, label produk tidak akurat, dan nikotin tidak konsisten selama penggunaan produk. Dalam satu studi, cairan rokokk elektronik yang diperoleh di toko-toko ritel melalui penjualan online. Cairan yang diuji mengandung antara 14,8 dan 87,2 mg / mL nikotin dan konsentrasi diukur berbeda dari konsentrasi dinyatakan hingga 50%.  FDA Divisi Analisis Farmasi dilakukan tes ulang dari tiga kartrid yang berbeda dengan label yang sama dan menemukan tingkat nikotin bervariasi 26,8-43,2 g nikotin / 100 mL puff. dengan tidak adanya standar kualitas, konsistensi produk rokok elektronilk merupakan masalah yang signifikan. pelabelan produk juga tidak konsisten dan berpotensi menyesatkan.

sampai saat ini evaluasi komponen lain pada rokok elektronik tidak ditemukan efek terhadap kesehatan yang serius, namun penemuan harus diintepretasikan dengan perhatian karena terbatasnya data dan tidak adanya metode pengujian yang terstandar. walaupun 50 jenis racun yang terdapat di rokok konbvensional tidak ditemukan pada rokok elektronik, racun seperti nitrosamine dan dietil glycon madih ditemukan dalam jumlah minimal. emisi partikel / particulate matter (PM) melebihi guideline kualitas udara oleh WHO namun 15 kali lebih rendah daripada roko tradisional. 

Efek fisiologis vape terhadap tubuh kita
  • ititasi mulut dan tenggorokan dan batuk kering pada penggunaan awal, meskipun keluhan menurun dengan terus menggunakan
  • tidak ada perubahan dalam denyut jantung, tingakt karbon monoksida (CO), atau tingkat nikotin plasma
  • penurunan pecahan oksida nitrat yang dihembuskan (Feno) dan meningkatkan impedansi pernapasan dan hambatan aliran pernafasan mirip dengan penggunaan rokok
  • tidak ada perubahan dalam hitung darah lengkap (CBC) indeks
  • tidak ada perubahan dalam fungsi paru-paru
  • tidak ada perubahan dalam fungsi jantung yang diukur dengan echocardiogram
  • tidak ada peningkatan penanda inflamasi
Walaupun sampai saat ini belum ada laporan mengenai efek rokok elektronik terhadap kesehatan, masih diperlukan studi / penelitian dengan metode standar dan waktu penelitian yang lebih panjnag untuk mengetahui efek jangka panjang penggunan roko elektronik / vape. tetap lebih baik tidak merokok agar kualitas udara kita tetap terjaga dengan baik
htt*ps://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3995250/