29 December 2016

Panduan Praktik Klinis - PPK - Mata - Pterygium

Advertisement
1. ICD : H. 11. 0
2. Nama Penyakit / Diagnosis / ICD : PTERYGIUM
3. Kriteria Diagnosis :
Subjektif :
Benjolan / selaput pada bola mata
Terasa ngeres, perih, berair, dan sering merah
Objektif :
Tampak jaringan fibrovaskular yang masuk dari konjungtiva ke kornea, sering dinasal, bentuk segitiga, banyak pembuluh darah
Derajat pertumbuhan pterygium :
I : Pterygium terbatas pada limbus kornea
II : Pterygium melewati limbus tetapi tidak lebih dari 2 mm melewati kornea
III : Pterygium sudah melewati derajat 2 tetapi tidak melebihi pingguran pupil
IV : Pterygium sudah melewati pupil sehingga mengganggu penglihatan
4. Diagnosis Banding : Penguecule, pseudopterygium, tumor limbus
5. Pemeriksaan Penunjang : tes sonde
6. Konsultasi : subbag. Plastik rekontruksi
7. Perawatan RS : ya, kalau memerlukan tindakan ekterpasi
8. Terapi :
Medikamentosa :
Derajat I, II dan anak muda : tetes mata astringen, vasokonstriksi (Vascon A), kalau meradang diberi tetes mata steroid (xitrol).
operasi :
pada derajat III/IV/kosmetik : eksterpasi lokal anestesi dengan teknik bare sklera atau limbalconjunctival graft (pterygoplasti)
post op. Obat tetes mata antibiotik + steroid, antibiotik, analgetika
9. Tempat pelayanan : SMF mata
10. Penyulit : astigmatism, visus menurun, granuloma
11. Informed consent (tertulis) : perlu, jika dilakukan operasi
12. Standar tenaga : medis (Sp. M.)
13. Lama perawatan : 1 hari kalau dilakukan operasi
14. Masa pemulihan : 7-10 hari post eksterpasi
15. Output : sembuh / rekuren
16. PA : tidak
17. Otopsi / Risalah / Rapat : tidak
18. Prognosis : baik
Angka kekambuhan operasi masih tinggi yaitu :
40% / 61% dengan bare sklera (figuiredo et al/ tan et al)
18% / 25,9% dengan conjungtival graft (wong et al / mabar et al)
14,6 % dengan conjungtival limbal graft (mutlu et al)
3% / 10,9% dengan amniotic mambrane transpantation (solomon et al / prabosawat et al)
19. Tindak Lanjut : -